Ingin Tahu Isi Novel Rania? Semua Dibongkar di sini
Seperti yang sudah sama-sama diketahui, novel ini based on true story dari kisah Ust. Nasrullah atau lebih dikenal Pak Nas.
Penulis mega best seller Rahasia Magnet Rezeki.
Kisah tentang apa?
Kisah cinta tentu saja.
Setiap orang pasti punya kisah cintanya masing-masing.
Kenapa kisah ini sampai dinovelkan?
Insya Allah ada pelajaran yang bisa diambil.Novel ini memakai setting tahun 1996 di salah kampus di Depok. Nggak usah di sebutin tentu tahu, ya.
Kampus reformasi, terkenal dengan jaket kuningnya.
Rania dan Hanif sama-sama anak Kimia, hanya beda angkatan.
Rania sejak SMA sudah aktif di rohis, lanjut aktif di dakwah kampus.
Begitu juga dengan Hanif.
Rania ini tipikal akhwat yang supel, pintar, dan mandiri.
Masuk kuliah melalui jalur PMDK dan menjadi guru les privat.CIta-citanya pingin kuliah selesai 4 tahun dengan gelar cumlaude.
Padahal Rania ini termasuk akhwat sibuk. Dia ingin membuktikan kalau aktivis dakwah itu tetap bisa mengukir prestasi.
Keren, kan.
Hanif termasuk tipikal ikhwan yang serius.
Jiwanya bergejolak dengan dakwah.Ikhwan yang cerdas. Dia selalu membuat inovasi dan pembaruan dalam program rohis.
Hanif adalah ikhwan yang menjaga pandangan.
Tidak pernah terlihat bercakap-cakap dengan akhwat, kecuali di mushola dengan hijab yang tinggi dan tebal.
Ikhwan cool.
Untuk yang kuliah di masa-masa ini, tentu bisa merasakan suasananya.
Benar-benar terjaga dan membatasi diri.
Nggak ada ceritanya rapat di tempat terbuka, pastinya di mushola atau masjid yang terhalang hijab.
Kalau pun bersemuka, selalu menjaga pandangan.
Jadi nggak ada yang namanya melihat wajah si empunya suara.
Kapan kisah cinta ini bermula?
Nah....
Semua bermula dari malam Tahajud ketika Hanif menjadi imam.
Rania yang berada di barisan akhwat terpukau.
Penasaran siapa pemilik alunan merdu yang membacakan surat Ar-Rahman.
Dari sana dia berharap bisa tahu siapa orangnya.
Sampai suatu ketika Rania mendengar suara itu lagi di mushollah kampus.
Karena hijab yang membatasi, Rania tidak bisa melihat siapa orangnya.
Apakah Rania akhirnya tahu siapa pemilik suara?
Tentu saja :)Rania mengetahui setelah mereka mengikuti daurah yang kedua.
Hanif kembali menjadi imam Tahajud.
Setelah Rania tahu kalau itu Hanif, tentu kaget, tidak menyangka pemilik suara adalah kakak tingkatnya.
Apalagi setelah mereka berada dalam 1 divisi di kampus.
Nah ... dari sini kisah cinta dimulai.
Setiap pertemuan akhirnya menimbulkan getaran berbeda dalam hati.
Wajar, kah?
Wajar saja.
Apalagi keduanya sama-sama "KLIK"
Dapet chemistry-nya, kalau kata anak sekarang.
Diskusi-diskusi panjang yang mereka lalui di musholla dan di ... telepon.
Zaman itu masih pakai telepon rumah, ya.
Siapa yang di rumahnya ada telepon? He he.
Nah, mereka memang tidak pernah bertatap muka.
Perjumpaan hanya di musholla dengan hijab dan di telepon.
Hanya itu.
Nggak ada cerita janjian ketemuan di restoran mana gitu....
Tapi yang namanya godaan tetap saja menyelusup.
Awalnya ngomongin program, eh, ujung-ujungnya mulai melantur.
Nanya hal lain di luar rohis.
Uhuk.
Kalau sudah saling suka, terus apa?
Dilanjutkan? Atau dihentikan?Rasa suka terhadap lawan jenis kan fitrah, ya.
Boleh.
Malah bersyukur masih suka sama lawan jenis. :)
Tapi...
Apakah ketika rasa itu hadir harus dituruti kemana syahwat mengajak?
Tentu tidak.
Siapa yang akan mereka pilih?
Memilih taat kepada Sang Pemilik Hati karena takut maksiat, atau memilih mengikuti nafsu syahwat?Aku nggak akan menceritakan seluruh isi novelnya.
He he.
Karena yang beredar di medsos baru sampai bab 10 saja.
Novel ini bercerita tentang perjuangan Rania dan Hanif dalam mengelola hati dan cinta.
Apakah mudah?
Tentu saja tidak.
Yang pernah jatuh cinta tentu tahu betul bagaimana sakitnya menahan rindu.
Uhuk lagi.
Bagaimana hati berbunga-bunga ketika bertemu dengannya.
Semua tentang orang yang dicinta terlihat begitu indah.
Mata selalu mencari keberadaannya.
Telinga ingin mendengar suaranya.
Dan penciuman ingin menghirup harumnya.
Logika kadang jadi tumpul.
Kadang mereka ingat.
Kadang lupa.
Ketika ingat mereka meminta ampunan kepada Allah. Berserah lewat Tahajud
Menempa diri dengan puasa Daud dan larut dalam tilawah. Menyibukkan diri dengan dakwah.
Saat lupa, mereka mengikuti ke mana rasa rindu membawa.
Bagaimana akhir kisah tentu sudah bisa ditebak, hepi ending.
Namun bagaimana mereka bisa melewati itu semua tanpa bermaksiat kepada Allah? Itu yang menjadi pelajaran.
Apakah masih ada akhwat dan ikhwan seperti itu hari ini?
Masih.Pasti tetap ada orang-orang yang lebih memilih cinta kepada Rabb-Nya dibanding cinta kepada manusia tapi harus bermaksiat kepada-Nya
Ada satu hal yang menarik.
Di novel ini banyak "kebetulan-kebetulan" yang terjadi
Padahal tidak ada sesuatu terjadi karena kebetulan
Sejak awal Allah memang sudah menjodohkan mereka. Namun Allah ingin menguji cinta sang hamba pada-Nya
Ketika hati ikhlas dan berserah, maka Allah memberikan hadiah paling manis yang bisa mereka terima.
Perempuan yang menjaga dirinya karena Allah akan mendapat laki-laki yang juga menjaga dirinya karena Allah
Sebagai bocoran, mereka bahkan sempat taaruf dengan orang lain. He he. Seru kan :D
Terus, apa yang terjadi setelahnya?
Nah, cukup spoilernya.Nanti malah pada nggak mau beli novelnya he he
Insya Alah novel ini cocok untuk remaja dan single-lillah di luar sana
Untuk memperkuat mereka kalau tidak perlu risau dengan jodoh. Pilihan itu sudah jelas. Selalu pilih Allah dan rasul-Nya. Pasti hadiah yang Allah berikan lebih manis daripada cinta sesaat dari manusia
Nggak perlu "tek-tekan" ikhwan atau akhwat. Buat apa?
Janji menikah dua tahun lagi.
Iya kalau jadi, kalau nggak?
Sudah banyak kasus seperti ini. Salah satu pihak pastinya akan dirugikan. Kadang ikhwannya nikah sama akhwat lain. Atau sebaliknya. Sia-sia masa menunggu. Apalagi kalau sampai menolak lamaran yang datang karena menunggu ikhwan tertentu.
Nah, sudah ada bayangan kan ya tentang novel Rania?
Kisahnya manis. Cinta mereka masih malu-malu dan tidak pernah diungkapkan.
Nggak ada kata-kata "I love you"
Profil Mia Chuz
Terlahir dengan nama Eria Chuzaimiah, biasa dipanggil Mia. Lahir di Jakarta dan besar di
Palembang.
Tahun 1997 melanjutkan studi di Universitas Andalas Padang, Jurusan Teknik Industri.
Selain menulis, ibu rumah tangga dengan tiga orang anak perempuan ini mengajar di Rumah Tahfiz Robithoh dekat rumah.
Memberanikan diri menulis di Wattpad mulai tahun 2017, awal ragu karena merasa tidak punya bakat menulis sama sekali.
Novel pertama yang sudah diterbitkan tahun 2018 adalah Wedding
Agreement dengan nama pena Mia Chuz.
Bagi perempuan berdarah Minang ini, menulis adalah wasilah untuk berbagi. Menulis adalah untuk menebar kebaikan. Menulis adalah satu satu cara memberikan manfaat. Menulis juga menjadi sarana silaturahmi, bertemu dengan banyak orang baru.
Mia bisa dihubungi di:
mamiahijab@gmail.com
FB: Mia Chuzaimiah
IG: mia_chuzaimiah
Wattpad: @viveramia (Mia Chuz)


